Pemerintah Janji Harga Daging Sapi Stabil Jelang Puasa & Lebaran


Jakarta - Pemerintah berjanji tidak akan ada lonjakan harga daging sapi menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Para pedagang sudah janji akan menahan harga daging.

Demikian hal itu diungkapkan oleh Menteri Perekonomian Hatta Rajasa usai melepas kepergian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Swiss di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (13/6/2011).

"Kita pegang janji dari asosiasi pedagang, tidak akan ada harganya dispekulasi. Kita percaya itulah," katanya.

Pemerintah berharap para asosiasi pedagang tersebut bisa pegang kata-katanya sehingga harga daging bisa stabil dan jauh dari tangan-tangan jahil para spekulan.

"Kita harapkan tidak (naik) demikian lah," tambahnya.

Sementara terkait investigasi terhadap kasus kekerasan terhadap sapi yang terjadi di tempat pemotongan hewan (TPH), pemerintah masih menunggu datangnya tim khusus dari Departemen Kementerian Australia.

Menurut Hatta, tim tersebut nantinya akan melakukan investigasi di beberapa TPH dalam negeri didampingi oleh tim dari Departemen Pertanian (Deptan).

"Ya nanti akan ada tim dari Deptan Australia datang. Mereka akan didampingi tim dari Deptan kita," katanya.

Seperti diketahui, dua pekan lalu asosiasi industri ternak sapi Australia memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman sapi ternaknya, setelah munculnya dokumen yang menunjukkan sapi-sapi asal Australia itu dipotong dengan cara kejam.

Perihal kekejaman pemotongan sapi Australia di tempat pemotongan hewan Indonesia itu muncul dalam program televisi 'Four Corners' ABC pada Senin (30/5/2011). Dalam tayangan tersebut dimunculkan bagaimana sapi-sapi ternak itu menderita saat dipotong karena matanya dicungkil, kukunya dicopot dan pemotongan lehernya dilakukan secara brutal di 4 tempat pemotongan hewan di Indonesia.
(ang/dnl)