ADB Ingatkan RI Waspada Pasokan Pangan Menipis

Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) ingatkan negara-negara berkembang termasuk Indonesia terhadap pentingnya isu ketahanan pangan yang diperkirakan menjadi permasalahan penting seiring dengan makin meningkatnya penduduk dunia.

"Dalam jangka pendek, kebutuhan pangan penduduk mungkin tercukupi namun ini selalu menjadi isu fundamental yang mengemuka dari tahun ke tahun," ujar Managing Director General ADB, Rajat M Nag, saat temu wartawan di acara World Economic Forum, Hotel Shangri-La, Jakarta, Minggu (12/6/2011) malam.

Menurut Rajat, saat ini pertumbuhan penduduk di Asia akan semakin meningkat dan untuk itu produktivitas pangan khususnya beras harus ditingkatkan.

"Persedian pangan akan menipis, untuk itu dibutuhkan peningkatan produktivitas sebagai antisipasi keterbatasan pangan dan energi di masa mendatang," ungkapnya.

Untuk itu, ADB mengusulkan pemerintah harus mengembangkan teknologi berbasis revolusi hijau serta meningkatkan penelitian yang berbasis agrikultur.

"Ini sangat penting ke depannya, dan pemerintah harus fokus untuk melakukan penelitian berbasis agrikultur untuk pengembangan bibit unggul yang dibutuhkan petani yang tahan terhadap segala jenis iklim dan hama," jelasnya.

Rajat menilai acara World Economic Forum untuk wilayah Asia Timur (WEF-EA) yang diadakan Indonesia menghasilkan kemitraan untuk meningkatkan kerjasama dan memberikan peluang bagi pemangku kepentingan dalam sektor pertanian serta membantu terwujudnya ketahanan pangan di Indonesia.

(nia/dnl)