Indonesia dan Lima Negara Jadi Penentu Ekonomi 2025

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada tahun 2025, enam negara utama akan diperhitungkan sebagai enam kekuatan ekonomi yang memberikan kontribusi atas separuh pertumbuhan ekonomi dunia dan sistem moneter internasional, yakni Brasil, Rusia, India, China, Korea Selatan, dan Indonesia. Sistem moneter dunia juga diperkirakan tidak akan mengerucut pada mata uang tunggal tetapi pada tiga kutub, yakni euro, dollar AS, dan renminbi China.

Demikian laporan Bank Dunia tentang Global Development Horizons 2011-Multipolarity: The New Global Economy yang dipublikasikan di Jakarta, Rabu (15/6/2011).

Kondisi itu akan membantu peralihan kekuatan ekonomi yang memungkinkan negara dengan pendapatan rendah untuk tetap tumbuh melalui komersialisasi antar negara dan transaksi keuangan.

Laporan ini menunjukkan bahwa negara berkembang akan tumbuh rata-rata 4,7 persen setahun antara 2011-2025. Sementara negara yang sudah maju diperkirakan hanya tumbuh 2,3 persen pada periode yang sama. "Pertumbuhan yang cepat pada negara-negara berkembang telah mendorong sebuah peralihan kutub pertumbuhan ekonomi dunia. Itu didistribusikan ke seluruh dunia yang sudah maju dan negara berkembang. Ini benar-benar akan menjadi dunia yang multikutub," ujar Justin Yifu Lin, Ekonom Bank Dunia dan Wakil Presiden untuk Pengembangan negara berkembang.

"Multinasional pasar di negara-negara berkembang menjadi sebuah kekuatan untuk mendorong industri global. Itu ditandai dengan berkembangnya investasi Selatan-Selatan dan arus modal masuk. Lembaga keuangan internasional harus beradaptasi dengan situasi itu," ujarnya.