BI: Pertumbuhan Ekonomi 6,15 Persen

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan pada triwulan II-2011 diperkirakan bisa tumbuh 6,15 persen, atau naik dibanding tri wulan I tahun sama sebesar 5,95 persen.

Peneliti Senior Madya Bank Indonesia (BI) Banjarmasin Taufik Saleh di Banjarmasin, Rabu mengatakan, peningkatan pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga bakal terjadi pada triwulan III yang diperkirakan tumbuh pada kisaran 6,5-7,0.

Adapun faktor pendorong pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain permintaan batu bara dunia tinggi dan peningkatan produksi batu bara karena dukungan cuaca yang juga cukup tinggi.

Selain itu, masih tingginya daya dorong konsumsi masyarakat serta peningkatan aktivitas ekspor seiring terjaganya harga CPO, karet, dan batubara pada level yang cukup tinggi.

Faktor pendorong lainnya, kata Taufik adalah, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar sejak April 2009 hingga saat ini relatif belum mempengaruhi volume maupun nilai ekspor Kalsel.

"Faktor yang juga berpengaruh besar adalah meningkatnya harga minyak bumi dunia, sehingga permintaan batu bara sebagai energi alternatif pengganti minyak bumi tetap tinggi," katanya.

Menurut Taufik, penjualan batu bara dengan sistem kontrak telah mampu melindungi pengusaha dari fluktuasi harga pasar maupun nilai tukar, hal tersebut juga membuat ekonomi Kalsel cukup stabil dan cenderung terus meningkat.

Taufik menambahkan, selama ini ekspor batu bara Kalsel lebih dipengaruhi kemampuan produksi batu bara yang juga sangat tergantung pada kondisi cuaca dan realisasi investasi.

"Diperkirakan pada 2011 terjadi musim kemarau, sehingga mendorong peningkatan produksi batu bara sebagaimana yang telah direncanakan," katanya.
Hal tersebut didukung oleh penguatan rupiah yang diiringi dengan penguatan harga komoditas di pasar dunia dalam eskalasi yang lebih besar, sehingga menopang terjaganya pendapatan bersih para eksportir.

Bukan hanya Kalsel secara umum pertumbuhan ekonomi di Kalimantan pada triwulan II-2011 diperkirakan 4,13 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan I-2011 yang tercatat sebesar 3,09 persen.B