Publikasi khusus Tahun 2011, Januari sampai Desember 2011. Semoga bermanfaat untuk semua, masukan, saran dan kritik membangun bisa layangkan email ke whyank@gmail.com web induk http://langsatborneo.blogspot.com/
4 Makanan Pengusir Bau Mulut
Amankah Beli Emas Sekarang?

JAKARTA, KOMPAS.com — Emas merupakan bentuk investasi yang sangat aman di tengah kondisi krisis ekonomi global. Namun, masyarakat tetap harus berhati-hati dalam berinvestasi.
"Emas (merupakan) investasi yang sangat aman. Apalagi, krisis global sekarang, utang Amerika dan Eropa sampai triliunan," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Jeffrey Thumewa kepada Kompas.com via telepon, Jumat (12/8/2011 ).
Menurut dia, dengan kenaikan harga emas belakang ini, pembelian emas juga cenderung naik. Namun, ia tidak bisa menyebutkan secara pasti berapa kenaikan permintaan emas.
Ia menuturkan, investasi emas aman untuk dilakukan oleh masyarakat, yang biasanya berinvestasi dalam bentuk kecil. "Hanya, sebenarnya kan dengan harga yang mahal, kuantitas yang mereka beli berkurang jika dengan budget yang sama," ujar dia.
Namun, katanya, emas lebih aman untuk diinvestasikan ketimbang uang yang bisa cepat habis karena bisa digunakan untuk banyak keperluan.
Jeffrey mengatakan, sekalipun harga emas saat ini cenderung terus naik, bisa saja si kuning ini turun. "Apa pun bisa terjadi. Emas bisa turun (signifikan), pasti bisa," katanya.
Dulu, harga emas hanya berkaitan dengan dollar AS. Jika dollar AS turun, harga emas naik, dan sebaliknya. Akan tetapi, lanjutnya, sekarang pergerakan harga emas bisa dipengaruhi oleh kondisi politik global. "Invasi perang bisa jadi penyebab," ujarnya.
Garis besarnya, sekarang ini, investasi ke logam kuning ini meningkat pesat karena faktor aman.
Seperti diberitakan, PT Aneka Tambang (Persero) juga menyebutkan, permintaan produksi emas belakang ini naik. "Sebab, investasi pada emas memberikan hasil kembali yang besar sehingga harganya terus membaik," ujar Direktur Utama PT Aneka Tambang (Persero) Alwin Syah Loebis, Kamis.
Untuk diketahui saja, hari Jumat ini, Logam Mulia merilis harga emas batangan pada Rp 532.000 per gram. Adapun untuk pembelian emas batangan 1 kilogram (harga yang biasa digunakan acuan), unit bisnis PT Antam ini mematok harga Rp 490.000 per gram.
Inilah Isi Tas Nazaruddin
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penjemput Nazaruddin yang dipimpin Brigjen (Pol) Anas Yusuf membeberkan isi tas milik M Nazaruddin yang sempat dititipkan kepada Duta Besar Indonesia untuk Kolombia, Michael Menufandu.
Tim membuka tas tersegel itu di hadapan publik dalam jumpa pers yang berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (14/8/2011) dini hari. Jumpa pers tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan KPK, Busyro Muqoddas, Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, M Jasin, dan Haryono Umar beserta Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen (Pol) Sutarman.
"Diadakan penyitaan (terhadap tas itu), kami buka isinya, disaksikan Pak Dubes. Semua didaftar satu-satu, isinya apa, dimasukkan lagi di tas, disegel lagi," kata Anas.
- Lima kartu nama.
- Dua gepok uang. Gepokan pertama dengan ikatan bertuliskan BCA berupa pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Bundel kedua diikat kertas putih dalam pecahan 100 dollar AS sebanyak 100 lembar. Total uang 20.000 dollar AS.
- Satu dompet coklat Louis Vuitton berisi lima lembar pecahan 100 dollar AS, dua lembar pecahan 50 dollar AS, delapan lembar pecahan 10 dollar AS, dan empat lembar pecahan 50.000 peso Kolombia.
Setelah diperlihatkan isinya, tas tersebut disegel kembali di hadapan publik. Sebagai informasi, Nazaruddin merupakan tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang. Setelah buron hampir tiga bulan, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu tertangkap di Cartagena, Kolombia, dan dipulangkan ke Indonesia. Kini, Nazaruddin menjadi tahanan di Rumah Tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.
Nyeri Dada Tak Selalu Serangan Jantung

KOMPAS.com - Nyeri dada yang berat sering menjadi alasan banyak orang untuk datang ke unit gawat darurat karena khawatir itu merupakan gejala serangan jantung. Padahal, nyeri dada yang parah tidak selalu berarti serangan jantung ataumycocardial infarction.
Kendati demikian, nyeri dada yang ringan jangan pula diabaikan karena ternyata hal itu juga bisa menjadi penanda adanya masalah pada jantung.
"Jika nyeri dada terasa tak terlalu berat itu, hal itu juga tidak berarti bukan serangan jantung," kata Dr. Anna Marie Chang, peneliti dan juga dokter di bagian unit gawat darurat (UGD) Rumah Sakit Universitas Pennsylvania.
Ia melakukan penelitian terhadap 3.300 pasien yang datang ke UGD. Menggunakan skala 0-10, dengan 0 mendeskripsikan tidak ada sakit dan 10 sebagai sangat sakit, Chang dan timnya lalu mengamati kesehatan pasien selama 30 hari untuk mengetahui apakah ada kejadian terkait penyakit jantung.
Pasien yang menderita nyeri dada parah ternyata tidak menderita serangan jantung atau mengalaminya dalam satu bulan ke depan dibanding pasien yang nyerinya lebih ringan. Nyeri yang tetap dirasakan hingga satu jam juga bukan indikator serangan jantung.
Nyeri dada memang harus diwaspadai. Nyeri merupakan alarm adanya gangguan kesehatan serius, misalnya tukak lambung atau adanya robekan di aorta yang merupakan pembuluh utama pada jantung.
"Penyebab nyeri dada mungkin bukan serangan jantung tapi bisa menjadi sesuatu yang serius," kata Dr. James Feldman, dokter di bagian UGD Boston Medical Center.
Gejala serangan jantung klasik meliputi nyeri di dada atau rasa tertekan, tetapi gejala lainnya adalah sesak napas, mual, muntah, dan pingsan. Selain itu nyeri akibat serangan jantung tidak selalu ada di bagian dada.
"Nyeri bisa timbul di bagian dada, lengan, rahang, punggung atau perut dan bisa berbeda-beda pada setiap pasien," kata Dr.Rajiv Gulati, ahli kardiologi dari Mayo Clinic.
Walau hasil penelitian Chang tidak menunjukkan nyeri dada merupakan gejala serangan jantung namun nyeri dada yang tidak bisa dipahami bisa menjadi gejala serius. "Pertolongan pertama bisa menyelamatkan nyawa," kata Gulati.
Penipuan Online Bermoduskan Investasi Raup 1 Triliun

KOMPAS.com - Barangkali ini bisa menjadi kasus penipuan di dunia permainan daring, Eve Online. Berbekal iming-iming untuk menginvestasikan uang virtual para pemain, dua pelaku berhasil meraup hingga 1 triliun ISK (inter stellar kredit), mata uang permainan itu.
Dua orang pelakunya tidak bisa disentuh dengan hukum dunia nyata, karena mereka tidak melanggar satu pun hukum positif melibatkan peretasan ke akun para korban untuk menyedot aset atau ISK yang lain. Sanksi yang mereka terima barangkali hanya sanksi sosial, serta dilarang untuk bergabung kembali dengan permainan itu.
Modusnya, dua inisiator bernama Mordor Exuel dan Eddie Lampert, mendirikan Phaser Inc yang menawarkan pola investasi kepada korban dengan menginvestasikan ISK mereka, dan dijanjikan keuntungan lima persen setiap minggu. Korbannya ternyata cukup banyak, sekitar 4.252 pengguna mendaftar dan menyetorkan ISK yang mereka miliki.
Phaser Inc yang sudah beroperasi delapan bulan itu, berhasil meraup 1,8 triliun ISK dari para korbannya dan tepat tanggal 12 Agustus lalu mereka tiba-tiba menghentikan aksinya. Dari laman situsnya, mereka mengaku sengaja melakukan hal itu karena memang dimungkinkan oleh sistem, tidak ada sesuatu yang dilanggar dari aksi mereka.
Exuel dan Lampert bahkan menjelaskan secara rinci aksi mereka, mulai dari latar belakang pribadi, cara pemasaran, mendekati para korban, hingga tujuan akhir untuk mengumpulkan ISK melampaui 1 triliun.
Dalam akhir surat pribadinya, dua nama itu seolah mengolok para pemain yang terbujuk rayuan investasi itu, hingga orang yang semula tidak percaya tetapi akhirnya terpengaruh setelah mendapat rekomendasi dari temannya.
Menurut perhitungan kasar, jumlah 1 triliun ISK itu bisa digunakan untuk perpanjangan masa bermain sebanyak 2.953 paket 30 hari. Jumlah itu bisa senilai USD 51.677.
Eve Online adalah judul permainan daring fiksi ilmiah bergenre sandbox yang berlatar belakang di luar angkasa. Pemain mengendalikan sebuah pesawat luar angkasa dan bisa konsentrasi dalam bidang pertambangan, manufaktur, perdagangan, penjelahan, hingga pertempuran.
Permainan yang diterbitkan oleh Crowd Control Production (CCP) Games, sebuah studio asal Islandia, ini dirilis sejak 2003 dan sudah mendapatkan pelanggan lebih dari 300.000 orang.
Sumber klik:
Titik Api Per Juli 306

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan Provinsi Kalimantan Selatan mencatat titik api atau "hotspot" pada Juli 2011 sebanyak 306 titik.
Beberapa Daerah di Kalsel Kekeringan
BANJARMASIN, KOMPAS.com - Sejumlah daerah di Kalimantan Selatan kini mulai memasuki kekeringan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalsel Zainal Arifin, Selasa (9/8/2011), mengatakan pihaknya kini mulai berkonsentrasi memantau daerah-daerah yang mulai kering, seperti di Kabupaten Kota Baru dan Tanah Bumbu .

"Kini kami tidak hanya memantau asap dan kebakaran lahan, tapi juga kekeringan. Di beberapa daerah masyarakat mulai kesulitan air bersih. Ada juga sungai yang airnya mulai surut sehingga sulit untuk transportasi," katanya.
Menurut Zainal pihaknya kemungkinan akan minta bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana maupun Kementerian Riset dan Teknologi guna membuat hujan buatan.
Sementara itu dikonfirmasi terpisah Kepala Stasiun Klimatologi Banjarbaru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Sucantika Budi , mengatakan prakiraan musim hujan untuk wilayah Kalsel baru akan terjadi pada akhir September. Sa at ini hujan yang terjadi masih pada sebagian wilayah.
Bupati Keluarkan 24 Izin KP

Ekspor CPO Melonjak

1.000 Hektare Hutan Produksi Dijadikan Areal Tambang

Jepang Tujuan Ekspor Ekspor Nonmigas

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski dilanda bencana gempa dan tsunami di awal tahun ini, selama semester I Jepang masih tercatat sebagai negara tujuan ekspor utama untuk nonmigas. Pangsa ekspor non migas ke Jepang mencapai 11,35 persen dari total nilai ekspor non migas.
"Meski Jepang masih tetap mendominasi, namun dibandingkan semester I tahun 2010, nilai pangsa ekspor non migas ke Jepang tahun ini turun. Tahun lalu pangsanya mencapai 12,87 persen," kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, di Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Berdasarkan data Kemendag, negara lain yang memiliki pangsa ekspor besar adalah China yakni sebesar 11,33 persen. Berbeda dengan Jepang, pangsa China justru naik. Di semester I tahun 2010 pangsanya tercatat 10,19 persen.
Selama semester I beberapa ekspor non migas ke tiga negara tujuan yang sebelumnya tumbuh negatif sudah berubah ke arah positif. Ketiga negara tersebut adalah Amerikan Serikat , Korea Selatan, dan Jerman.
Sumber
Produksi Manufaktur Meningkat

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan dilihat dari tahun ke tahun mencapai angka 1,43 persen.
Pertumbuhan itu menunjukkan adanya peningkatan kegiatan ekonomi industri manufaktur dan patut dicermati bahwa pertumbuhan itu hanya ditopang oleh peningkatan produksi pada sektor industri.
Meski pada bulan-bulan tertentu ada beberapa perusahaan yang tidak berproduksi secara global, namun produksi sektor itu mengalami peningkatan cukup signifikan.
Sektor KBLI 10 pada tahun ke tahun masih mengalami peningkatan sebesar 0,02 persen. Sektor karet dan barang dari karet dan barang dari plastik pada triwulan I mengalami penurunan 5,33 persen dan pada triwulan II 2011 turun 4,33 persen dan secara tahun ke tahun mengalami penurunan 1,95 persen.
Meski beberapa sektor mengalami peningkatan produksi banyak pelaku industri mikro dan kecil yang menutup usaha dan pindah ke tempat lain atau sementara tidak berusaha karena bekerja di sektor lain terutama di sektor pertanian, demikian Bambang.(Her/A)
Tabalong Gelar Pasar Murah
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Tabalong, Kalimantan Selatan, menyiapkan 12.000 paket sembako untuk kegiatan pasar murah membantu meringankan beban ekonomi masyarakat menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2011.
"Kita tahun ini menyiapkan 12.000 paket sembako untuk pasar murah dengan sasaran keluarga tidak mampu. Pemerintah daerah ingin membantu masyarakat tidak mampu selama puasa dan hari raya," katanya.
Pasar murah tersebut sudah digelar 27 Juli di Kecamatan Muara Uya. Pemnyalurannya kepada masyarakat tidak mampu dengan menggunakan kupon.
Apakah Penghasilan Saya sudah Ideal?

KOMPAS.com - "Waduh nak, nanti aja ya belinya ya.., sekarang lagi tanggung bulan ni..," Kalimat tersebut terkesan akrab di telinga kita. Ya, memang akrab bukan karena kita suka menggunakan kalimat itu namun kita terpaksa mengeluarkan kalimat tersebut. Hal itu disebabkan oleh kenyataan bahwa pemasukan atau gaji yang kita terima ternyata hanya mampu "menghidupi" kita selama 20 hari atau bahkan kurang dari itu dalam sebulan.
Ya, ini adalah fakta yang terjadi, sering kali kita merasa gaji belum cukup, masih kurang, jangankan untuk ditabung atau investasi, memenuhi keinginan kita saja masih kurang, ya sekali lagi masih kurang!.
Lalu pertanyaan selanjutnya adalah berapa besar gaji yang wajar bagi kita? Pembaca yang bijak, untuk menjawabnya alangkah baiknya jika kita melakukan evaluasi dan introspeksi secara jujur, untuk itu silahkan untuk menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini dan catatlah hasilnya:
Bagi anda yang menjawab ‘ya’ maka langkah selanjutnya adalah lakukan valuasi penghasilan anda, dalam melakukan valuasi, jawabannya hanya ada tiga kelompok, yakni:
Tahapan yang buruk (Poor Income Valuation): adalah tahapan dimana kondisi total pengeluaran lebih besar dari penghasilan atau dikenal dengan istilah "Besar Pasak dari Tiang", dalam kondisi ini arus kas menjadi defisit atau negatif disertai dengan bobot cicilan hutang perbulan diatas 45 persen dari total penghasilan. Perhatikan contoh berikut (tabel 1):
No | Uraian per bulan | Besarnya | Bobot VS Pendapatan |
1 | Penghasilan Bersih (saat ini) Take home pay | Rp 8,000,000 | 86.49% |
2 | Pengeluaran (diluar cicilan utang) | Rp 5,000,000 | 54.05% |
3 | Cicilan utang | Rp 4,250,000 | 45.95% |
4 | Total pengeluaran = 2+3 | Rp 9,250,000 | 100.00% |
5 | Surplus (defisit) pengeluaran = 1 – 4 | Rp (1,250,000) | -13.51% |
6 | Surplus (defisit) cicilan utang = (1*30%) – 3 | Rp (1,850,000) | -23.13% |
Dalam contoh kasus diatas terlihat bahwa: 1. Pengeluaran (defisit) Rp 1.250.000. 2. Cicilan utang melebihi batas wajar maksimal per bulan yakni defisit Rp 1.850.000 atau berlebih sebesar 23,13 persen dari batas maksimal cicilan utang yakni 30 persen atau sebesar Rp 2.400.000.
Ini berarti bahwa, pada kasus tersebut, yang bersangkutan berpotensi untuk menutupi defisit (kekurangan) dengan cara menambah utang. Hmm.., berpotensi untuk ‘gali lubang tutup lubang’, awas hati-hati jika kebesaran lubangnya akan mudah untuk terjerumus!. Utang tersebut biasanya didapat dari Kartu Kredit, Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau dengan jenis utang yang lain. Cara tersebut sangat berbahaya dan tidak dapat dibenarkan.
Saya katakan bahwa kondisi dan kebiasan ini wajib dihentikan, stop sesegera mungkin. Saran saya adalah sebaiknya pada kondisi ini segera minta bantuan dana, ingat bantuan dan bukan pinjaman untuk jangka waktu yang pendek. Atau usahakan untuk melakukan pinjaman lunak jangka panjang, kelak akan dikembalikan jika telah ada kemampuan.
Jaminan pinjaman tersebut apa? jika ada properti bisa dilakukan jaminan namun jika tidak ada apapun maka satu-satunya cara adalah jaminan pribadi (diri sendiri), ini bisa dilakukan dengan menghubungi dari relasi ataupun keluarga yang sangat dekat.
Nah kiat anda pun harus jelas, dalam waktu bersamaan sebelum anda meminjam atau meminta bantuan, anda juga harus mencari solusi dengan tujuan agar terjadi peningkatan income hal itu dapat dilakukan dengan cara:
a) Walaupun anda masih bekerja, anda wajib untuk mencari pemasukan tambahan (melalui usaha dengan modal pinjaman kepada relasi atau keluarga terdekat tersebut) lakukan studi kelayakan yang akurat dan objektif agar potensi keberhasilan usaha anda menjadi lebih besar dari kemungkinan gagalnya;
b) Berupaya agar gaji bertambah dengan cara pindah bekerja atau melakukan kerja yang lebih giat lagi (utamanya bagi tenaga penjual atau salesman) sehingga komisi atau bonus bertambah;
c) Menekan pengeluaran rutin (melakukan efisiensi) dengan ketat;
d) Jangan lupa melakukan manajemen resiko melalui asuransi jiwa dengan memiliki Uang Pertanggungan yang cukup untuk mengembalikan pinjaman tersebut (ingat kematian pasti akan datang, namun tidak diketahui waktunya);
e) Sebagai masukan adalah asuransi jiwa tipe YRT (Yearly Renewable Term) bukan yang lain, sebagai contoh seorang pria tidak merokok usia 35 tahun, uang pertanggungan Rp 500 juta, kisaran premi pada asuransi YRT per tahun adalah sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 1,75 juta.
Selanjutnya, anda wajib mengubah menuju tahapan yang wajar, berikut penjelasannya:
Tahapan yang wajar (Fair Income Valuation): adalah kondisi dimana anda tidak defisit, besar cicilan utang masih berada diatas 30 persen dari pendapatan, namun yang bersangkutan mampu untuk melakukan investasi demi kesejahteraan dia dan keluarganya kelak, porsi investasi minimal adalah sebesar 10 persen dari penghasilan. Kemudian adalah bagaimana kita mengubah dari kondisi yang buruk (poor income valuation) menjadi kondisi yang wajar (fair income valuation), nah untuk kasus diatas berapa besar income yang wajar tersebut?, berikut adalah formulasi valuasi penghasilan wajar, yakni:
Total pengeluaran dalam kondisi defisit / 90 persen
Mengapa pembagi harus 90 persen? Hal ini disebabkan karena untuk mencapai zona kebebasan finansial atau anda menjadi lebih kaya maka wajib menyisihkan penghasilan minimal 10 persen dan ditempatkan pada investasi yang tepat serta yang bersangkutan juga harus menjaga cicilan utang terus menurun hingga makin mendekati batasan maksimal 30 persen dari pendapatan anda.
Sehingga contoh kasus (tabel 1 diatas) penghasilan menjadi Rp 10.277.777. Atau untuk jelasnya silahkan perhatikan tabel berikut
Tabel 2:
Valuasi Penghasilan Wajar (saat nanti) | Besarnya | Bobot VS Pendapatan | |
7 | Pendapatan Bersih Wajar | Rp 10,277,777 | 100.00% |
8 | Dana yg di Investasikan (wajib) | Rp 1,027,778 | 10.00% |
9 | Pengeluaran (diluar cicilan utang) | Rp 5,000,000 | 48.65% |
10 | Cicilan utang | Rp 4,250,000 | 41.35% |
11 | Total pengeluaran = 8+9+10 | Rp 10,277,778 | 100.00% |
12 | Surplus (defisit) pengeluaran = 7 – 11 | Rp (0) | 0.00% |
13 | Surplus (defisit) cicilan utang = (7*30%) – 10 | Rp (1,166,667) | -11.35% |
Analisa: dari tabel terlihat bahwa defisit sudah nol dan cicilan utang menurun dari bobot terhadap penghasilan dari 45,95 persen menjadi 41,35 persen. Kondisi ini sudah lebih baik walau belum menjadi tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation).
Tahapan terakhir adalah Tahapan yang ideal (Ideal Income Valuation): pada tahapan ini individu/keluarga tersebut sudah berada pada koridor keuangan yang sehat, yakni sesuai tabel:
Tabel 3:
Valuasi Penghasilan Ideal (saat nanti) | Besarnya | Bobot VS Pendapatan | |
14 | Pendapatan Bersih Ideal | Rp 19,166,667 | 100.00% |
15 | Dana yg di Investasikan (wajib) | Rp 1,916,667 | 10.00% |
16 | Pengeluaran (diluar cicilan hutang) | Rp 5,000,000 | 26.09% |
17 | Cicilan hutang | Rp 4,250,000 | 22.17% |
18 | Total pengeluaran = 15+16+17 | Rp 11,166,667 | 58.26% |
19 | Surplus (defisit) pengeluaran = 14 - 18 | Rp 8,000,000 | 41.74% |
20 | Surplus (defisit) cicilan hutang = (14*30%) - 17 | Rp 1,500,000 | 7,83% |
21 | Dana yang di Investasikan (tambahan) | Rp 8,000,000 | 41.74% |
Pada contoh kasus ini penghasilan yang defisit sebesar Rp 8.000.000,- harus diperbesar menjadi surplus dalam kisaran Rp 10.277.777 hingga Rp 19.166.167 agar yang bersangkutan dapat menjadi bertambah kaya di kemudian hari.